Menari Bersama Ajal
Untuk mereka yang dikejar maut: Nyawamu tak henti menari Langkahmu tak pernah meragu Bayang gelap membuntut di punggung Tak sedikitpun kau merasa canggung Kau tawar nyawa dengan kemerdekaan Memeluk api demi sebuah masa depan Maut mengejar di sela desing pedang, namun langkahmu lebih tangkas dibanding rasa pilu. Mati hanya sebuah pintu Menuju keabadian yang bernama rindu Tak ada takut yang sanggup menjerat Bagi jiwa yang telah bertekad Wahai penantang ajal Pamormu sungguh abadi, melampaui segala yang hadir. Sidoarjo, 2026