Bukan Maut yang Kurayu
Ia tidak sedang memanggil maut tuk bertamu, hanya
lelah pada siang yang membakar bengis.
Langkah itu bukanlah sebuah perburuan nisan, melainkan
pelarian dari labirin perih tak berujung.
Pelangi di pundaknya berubah menjadi gunung
Saban renggutan napas bagai pecah kaca di tenggorokan
Ia tidak melacak gelapnya tanah
Ia hanya menjamah pintu keluar dari penjara rasa, tuk
mematah rantai yang telah lama melumatnya
Bukan kematian yang ia rayu, melainkan
pelukan kedamaian yang tak pernah ia cicipi.
Sesuap kelegaaan di antara bising derita
Sebuah jeda panjang dari perang yang tak kunjung usai
Ia bukan ingin berhenti menjadi ada
Ia hanya ingin berhenti terluka
Sidoarjo, 2026
.jpg)
Josjhizz
BalasHapus