Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Menari Bersama Ajal

Gambar
Untuk mereka yang dikejar maut: Nyawamu tak henti menari Langkahmu tak pernah meragu Bayang gelap membuntut di punggung Tak sedikitpun kau merasa canggung   Kau tawar nyawa dengan kemerdekaan Memeluk api demi sebuah masa depan Maut mengejar di sela desing pedang, namun langkahmu lebih tangkas dibanding rasa pilu.   Mati hanya sebuah pintu Menuju keabadian yang bernama rindu Tak ada takut yang sanggup menjerat Bagi jiwa yang telah bertekad   Wahai penantang ajal Pamormu sungguh abadi, melampaui segala yang hadir. Sidoarjo, 2026  

Bukan Maut yang Kurayu

Gambar
Ia tidak sedang memanggil maut tuk bertamu, hanya lelah pada siang yang membakar bengis. Langkah itu bukanlah sebuah perburuan nisan, melainkan pelarian dari labirin perih tak berujung. Pelangi di pundaknya berubah menjadi gunung Saban renggutan napas bagai pecah kaca di tenggorokan Ia tidak melacak gelapnya tanah Ia hanya menjamah pintu keluar dari penjara rasa, tuk mematah rantai yang telah lama melumatnya Bukan kematian yang ia rayu, melainkan pelukan kedamaian yang tak pernah ia cicipi. Sesuap kelegaaan di antara bising derita Sebuah jeda panjang dari perang yang tak kunjung usai Ia bukan ingin berhenti menjadi ada Ia hanya ingin berhenti terluka Sidoarjo, 2026