Perjuanganku dengan Selembar Kertas Tipis Menjadi tak Terhingga

 Para sajak kini berbaris pada tempatnya

Mengapitkan diri mereka untuk menjadi sebuah kalimat

Dawat hitam yang rapi memenuhi sebuah lembaran

Tak ada satupun gaung yang keluar

Benda Panjang menari dan terus menari

Di atas selembar kertas

 

Seolah tak akan pernah berhenti

Dari arah jendela

Sang Mentari tak henti tersenyum padanya

Berharap apapun hal yang ia lakukan

Akan beruntung di kemudian hari

Tanpa harapan nasib yang lusuh akan datang

 

Mentari mulai redup

Tergantikan oleh sang penguasa malam

Segenap lembaran kertas menangis

Terbuang sia-sia

Itulah isi dari mereka yang gagal

Pikiran yang seolah tenggelam entah kemana

 

Kini, sejuta pikiran

Telah berenang di dalam kepalanya

Bagai laut

Yang tak pernah bisa di hitung

Perjalanan Panjang sudah terbayarkan

Setiap doa-doa yang dilantunkan

 

Sudah terjawab

Menjerat segenap kemampuan

Jangan biarakan kemampuan kita

Lari begitu saja

Dengan tabah

Usaha tak akan mengihianati hasil

 

Sangkil akhir hayatku

Teruslah menghidu

Hal-hal yang berenang

Dalam pikiranmu

Rona bianglala yang indah

Tunjukkan kemampuanmu pada dunia, jika engkau bisa.

 

Sastra Sebuah Jalan Panjang

 

Sidoarjo, 2026


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Maut yang Kurayu

RAHIM SEMESTA