RAHIM SEMESTA

Dari jiwa terdalam semesta, ekuinoks

yang memegang tampuk langit

Nebula yang menjadi aksara berwarna

 

Bintang yang menyusup event horizon

Menebas kegelapan yang lengkara,

Nyata, timbul supernova yang bersisa bintang neutron

 

Pulsar berputar dengan denyut cahaya

Menempati kepingan jiwa neutron

 

Planet berputar dalam harmoni

Mengikuti irama gravitasi

Komet menorah garis cahaya,

Layaknya pena menulis puisi semesta.

 

Kontelasi menuliskan dengeng purba

Titik Cahaya ditautkan oleh imajinasi

 

Inilah Semesta,

Yang hidup bersama rahim yang abadi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuanganku dengan Selembar Kertas Tipis Menjadi tak Terhingga

Bukan Maut yang Kurayu