Elegi Akar yang Terlupakan
Lampau telah terperenyak segenap kisah telah tenggelam bersama zaman jiwa sejarah telah gugur tanpa mengantongi warisan para nenek moyang dan meninggalkan kesan yang berharga bagi asmaraloka Kini zaman modern menguliti babad riwayat budaya seperti terhuyung dalam lubang waktu seolah ditelan pusaran trend yang pernah datang teramat rumit melukis kembali fragmen yang tenggelam bagai catatan yang pudar dari dinding ingatan menghilang sebagai retak dari detak pada setiap banyak jejak kenangan Melantunkan syair jawa memenuhi membangung kembali warisan yang terkubur Sidoarjo, 2026