ERANGAN DI UJUNG NEGRI


 Jeritan yang tak lagi akan terdengar

Ketimpangan di antara negri yang berbeda

Cahaya yang tak kunjung menerangi asa

Tak ada bayaran atas usaha

 

Kerusakan di saban jalan

Merawat sandang yang lusuh

Telapak dilumuri lumpur yang keruh

Hanya pengembala sapi jalanan

 

Upah yang tak seberapa berarti

Melawan negri dengan angka yang tinggi

 

Percaya,

Mereka hanya ingin meraih hak

Memperjuangkan segala asa

Walau harus mempertimbangkan secarik kertas bercetak

 

Keringat yang terus menyelimuti dahi

Kepegalan yang takkan ada habisnya

 

Hidup di negri yang indah

Bersama erangan para Masyarakat yang bersumpah

 

Mereka hanya ingin kebebasan

Mereka hanya ingin ketenangan

 

 

Dari judul teruslah bodoh jangan pintar,

mereka yang berusaha menggenggam hak sendiri nan

melawan pemimpin yang kokoh akan ketidakadilan.

Perlawanan dalam meja bundar yang tak pernah usai

 

Masyarakat yang tak pernah tinggal diam

Memperjuangkan singgahsana yang pernah jenjam

 

Oh, miris

Di pucuk bumi nan historis

Layang-layang yang sempat saling mengejar

Kini hanya lahan yang datar

 

Tak tahu menahu kehidupan di kota

Hanya mendengar dan membanyangkan, yang

ditahu hanya berkelana dan berladang, nan

ditemani hamparan yang kumuh. 


Sidoarjo, 2026

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuanganku dengan Selembar Kertas Tipis Menjadi tak Terhingga

Bukan Maut yang Kurayu

RAHIM SEMESTA